BUTON, TAKAWA.ID - Sejumlah mahasiswa Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Kampus B Pasarwajo yang tergabung Aliansi Mahasiswa Unidayan Pasarwajo dan HMI Komisariat Insan Cita Pasarwajo menggelar aksi demonstrasi pada Rabu (4/11/2026). Aksi tersebut dipicu adanya dugaan praktik pungutan liar (pungli) beasiswa yang diduga dilakukan oleh oknum di lingkungan kampus,

Koordinator Lapangan (Korlap) I, Alfin, mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kecintaan mahasiswa terhadap institusi pendidikan, sekaligus sebagai respons atas berbagai keluhan yang selama ini disampaikan mahasiswa kepada mereka.

Menurut Alfin, terdapat sejumlah dugaan praktik pungutan yang menjadi dasar mahasiswa turun melakukan aksi.

Dugaan pungli yang paling disorot masa aksi yakni pungutan sebesar Rp500 ribu hingga Rp1 juta terhadap mahasiswa yang mengurus beasiswa pada periode 2023–2026. Pungutan tersebut diduga dilakukan dengan iming-iming atau janji mendapatkan Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Atas dugaan tersebut, massa aksi menyampaikan empat tuntutan kepada pihak kampus.

Adapun tuntutan tersebut meliputi:

1. Mendesak pencopotan Ketua Pengelola Unidayan Kampus B Pasarwajo.

2. Mendesak pengembalian dana mahasiswa yang diduga dipungut secara tidak semestinya oleh pihak-pihak terkait.

3. Mendesak perbaikan fasilitas kampus serta penyediaan sarana dan prasarana yang lebih layak guna menunjang proses belajar mengajar.

4. Mendesak pencopotan dosen yang dinilai tidak berkompeten dan diduga terlibat dalam praktik pungutan liar.

Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) II, Lutfi, menyampaikan bahwa dalam aksi tersebut Ketua Pengelola Unidayan Kampus B Pasarwajo, Ali Guntur, S.Pd., M.Pd., menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab dan mengundurkan diri dari jabatannya di hadapan massa demonstrasi.

"Alhamdulillah, dalam aksi ini Ketua Pengelola Kampus telah menyampaikan secara langsung di hadapan massa bahwa beliau siap bertanggung jawab dan menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Pengelola Unidayan Pasarwajo," ujar Lutfi.

Sebagai bentuk pengawalan terhadap tuntutan yang disampaikan, mahasiswa kemudian melakukan penyegelan kampus. Menurut Lutfi, langkah tersebut dilakukan hingga seluruh tuntutan mahasiswa direalisasikan.

Dalam aksi tersebut, Ali Guntur juga memberikan klarifikasi terkait persoalan dugaan pungutan dalam pengurusan beasiswa. Di hadapan mahasiswa, ia mengakui adanya kejadian pungutan terhadap mahasiswa baru dan menyampaikan penyesalan atas peristiwa tersebut.

Ia juga kembali menyatakan kesediaannya untuk mengundurkan diri dari jabatan Ketua Pengelola Unidayan Kampus B Pasarwajo. Pihaknya juga akan mengembalikan uang yang diduga pungutan, tambahnya.

Mahasiswa menegaskan bahwa aksi demonstrasi tersebut bukan bertujuan untuk menjatuhkan nama baik kampus, melainkan sebagai upaya memperbaiki tata kelola pendidikan dan menjaga kehormatan institusi.

Hingga aksi berlangsung, mahasiswa menyatakan akan terus mengawal seluruh tuntutan, terutama terkait pertanggungjawaban pihak yang diduga terlibat, pengembalian dana mahasiswa, serta pembenahan fasilitas dan tata kelola kampus.